Fight Club : Ide Menggelitik yang Mengundang Pemberontakan


Untuk kamu yang suka film misteri dengan twist-ending, Fight Club bakal jadi film yang menarik banget buat nonton malam minggu kamu. Ini bukan soal si jenius Edward Norton atau si Ganteng Brad Pitt terus filmnya tiba-tiba jadi keren. Ini juga bukan sekadar film aksi pukul-pukulan yang bikin sisi kecil psikopat kamu ketawa-ketawa karena ngeliat darah muncrat kemana-mana. Lebih dari itu semua, kamu butuh otak kamu bekerja dengan baik untuk bisa benar-benar menikmati film ini.

Ini film berani. Ini film dengan pemikiran berani, menceritakan tentang pemuda yang menjalani hidupnya tak berdaya berada di bawah tekanan arus hedonisme dan kerasnya laten konsumerisme. Film yang terinspirasi dari novel tahun 1996 karya Chuck Palahniuk ini menggunakan setting akhir tahun 90-an di mana eksistensi seseorang ditentukan oleh apa yang ia punya. Dan film ini mencoba untuk mendobrak itu semua.



Depresi yang Melahirkan Ide Revolusioner
Fincher (sutradara), dibantu oleh seorang Jeff Cronenweth (sinematografer), dan James Haygood (editor), berhasil menciptakan sebuah film brilian yang mampu membawa kita masuk ke dalam kepala si narator (Norton, pemeran utama di film ini yang kebetulan tidak diberi nama) - seorang pegawai asuransi biasa yang di kepalanya sebenarnya memiliki ide yang revolusioner. Karena tekanan kehidupan dan pekerjaan, akhirnya Norton mengidap insomnia akut yang membuat otaknya terganggu dan mulai berkhayal hal-hal yang aneh.

Kemudian ada Tyler Durden yang diperankan oleh seorang aktor kawakan, Brad Pitt. Karakter ini tercipta sebagai antagonis dari karakter utama (atau bisa dibilang karakter utama berharap bahwa dirinya bisa menjadi seorang Tyler Durden). Seorang pria muda yang mempunyai pemikiran bebas dan memberontak. Mencoba untuk menjatuhkan sistem-sistem yang sudah berdiri karena beripikir bahwa sistem yang ada hanya memenjara manusia ke dalam kotak yang membatasi potensi aslinya.

Singkat cerita, Norton dan Pitt akhrinya bertemu dan saling bertukar pikiran. Tak disangka pikiran mereka bisa bersingkronisasi seakan-akan mereka adalah seorang yang sama hanya dengan nyali yang berbeda. Norton yang hanya bisa memikirkan apa yang selama ini Durden lakukan. Fight Club sendiri dipicu oleh "pertarungan" antara Pitt dan Norton ketika Norton mencoba mencari tempat tinggal karena apartemennya terbakar oleh ledakan gas.

Ketika keluar dari bar, Pitt meminta Norton untuk memukul wajahnya hanya agar dia merasakan apa artinya hidup. Dari sini lah pertarungan ini menjadi kebiasaan untuk melepaskan stress dan kemudian semakin banyak orang yang ikut bergabung hingga akhirnya muncul lah Fight Club dengan sebuah aturan penting: DO NOT talk about FIGHT CLUB!



Project Mayhem
Ternyata ide Durden tidak hanya sampai membuat klub pertarungan bawah tanah. Tapi lebih dari itu, ia ingin mengubah sistem yang sudah mapan dan menciptakan dunia baru dengan sistem yang dia miliki. Oleh karena itu ia harus me-reset segalanya agar kembali ke nol.

Misi ini diberi nama Project Mayhem adalah serangkaian kekacauan yang dilakukan untuk merusak tatanan yang sudah dianggap korup terutama di sisi perekonomian. Durden menganggap bahwa orang-orang telah dibelenggu oleh para korporat-korporat kaya dengan sistem kartu kredit. Membuat mereka terus bekerja tanpa henti hanya untuk kembali berhutang dan terus berputar seperti itu.

Project Mayhem memiliki satu misi utama: Untuk mengembalikan hutang semua orang menjadi nol, dengan begitu semua orang bisa bebas melakukan apa yang dia inginkan.


Hal yang menarik lainnya yang tidak akan diceritakan di sini adalah twist-ending yang tidak akan kamu sangka-sangka. Kalau kamu ingin benar-benar tahu bagaimana serunya film ini, kamu bisa tonton langsung saja. Akan menjadi koleksi menarik untuk perpustakaan film kamu.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris eu pellentesque libero. Nunc at aliquam risus. Proin lacinia nulla in eros finibus sollicitudin. Proin ultricies viverra nisi et dignissim. Cras bibendum eleifend lacus at scelerisque.

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment